Single Blog Title

This is a single blog caption
20 Mei 2020

Mahasiswa TF jadi Awardee Termuda dalam Program ANU Future Research Talent Award

/
Posted By
/

Bandung, tf.itb.ac.id – Satu lagi mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung yang berprestasi yaitu Nur Rahmawati Ayukaryana (Teknik Fisika 2017). Perempuan ini berhasil menjadi mahasiswa ITB termuda yang diterima dalam program Australia National University (ANU) Future Research Talent Award. Sebagai penerima award, Ayu, sapaan akrabnya, akan berangkat menuju Australia pada Juni 2021 untuk melaksanakan berbagai program riset yang sedang berjalan di ANU. Program ANU Future Research Talent Award sendiri adalah sebuah program tahunan yang memilih beberapa mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia untuk menerima penghargaan dan berkesempatan untuk ikut bergabung dalam lingkungan riset di ANU.

“Seharusnya, saya akan berangkat Juni ini namun dalam keadaan pandemi seperti ini, tentu saja hal ini tidak dimungkinkan, “ ujarnya sedikit sedih. Alasan Ayu yang sebenarnya dari niat mendaftarkan diri dalam seleksi program dari ANU ini ialah melaksanakan Kerja Praktik. Hal ini bersesuai dengan ketentuan yang ada pada program studi Teknik Fisika yang mana mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan Kerja Praktik sebagai pemenuhan mata kuliah Etika Profesi. “Walau begitu, saya tetap senang sekali bisa diterima karena saya benar-benar tertarik untuk melaksanakan riset dengan topik yang ditawarkan, lagi, saya juga sudah menemukan KP saya di institusi riset lain di dalam negeri, “ lanjutnya lebih sumringah.

Topik yang paling menarik hati dari program ANU bagi Ayu adalah topik semikonduktor dan aplikasinya baik untuk sensor dan energi. “Ketertarikan saya dengan semikonduktor sudah datang dari masa SMA saya. Karena sering ikut lomba penelitian, saya jadi punya kesempatan untuk berkenalan dengan salah seorang dosen UNS yang juga banyak bekerja dengan keilmuan material terutama dalam bidang energi, nah, dengan bertambahnya ilmu sejak kuliah, saya juga jadi senang dengan semikonduktor karena tahu bahwa material tersebut bisa membawa banyak kontribusi dalam bidang energi, “ cerita Ayu semangat. Bahkan, sebagai seorang mahasiswa Teknik Fisika ITB yang pernah melakukan magang di Jepang, Ayu juga sudah sempat mengerjakan simulasi magnet pada synchrotron di laboratorium semikonduktor perusahaannya.

Nantinya, saat sudah berada di ANU, Ayu akan mengerjakan beberapa hal, termasuk belajar bersama kolega serta mentornya di ANU dan berkegiatan di laboratorium. “Saya akan banyak berkegiatan untuk membantu salah satu proyek pembimbing saya, Prof. Patrick Kluth dari ANU Research School of Physics. Saya akan banyak berurusan dengan pencarian struktur dan morfologi pore lewat high energy ion irradiation dari semikonduktor nanofoam untuk aplikasi sensor gas dan energi, “ kata Ayu soal pekerjaannya nanti di Australia. Pembimbing yang Ayu pilih juga didasari oleh pertimbangan Ayu untuk melaksanakan tugas akhirnya di sana. “Ya, jadi saya memilih Prof. Kluth karena meyakini bahwa topiknya masih beririsan dengan topik dosen-dosen material yang ada di Teknik Fisika ITB, “ jawab Ayu.

Keberhasilan Ayu dalam mencapai pencapaian ini juga tidak dikerjakan dengan mulus. Sebagai seorang pendaftar termuda yang juga belum memiliki banyak karya ilmiah, Ayu benar-benar terkejut bisa dianugerahi sebagai salah satu awardee. “Saya itu benar-benar sudah yakin tidak akan lulus seleksi, bahkan karena pengumuman hasil seleksi yang tertunda tidak dikabarkan kepada para pendaftar, saya sempat parno dan ingin memastikan hasil seleksi saya ke tim di ANU,” cerita Ayu. Namun, ternyata, kehidupan berkata lain. Dengan segala keterbatasan dan ketakutan dia, Ayu ternyata layak menjadi salah seorang awardee. “Saya senang luar biasa pada saat itu, sebab, hari sebelum pengumuman yang tiba-tiba itu, saya sudah sangat down dan sempat membuat Ibu saya turut sedih karena emosi yang saya rasakan “ tambah Ayu.

Saat ditanya soal harapan dia ke depannya setelah mengikuti program dari ANU ini, Ayu pun tidak ragu-ragu untuk memberikan jawaban yang menginspirasi. “Saya mau sekolah lagi sih rencana, saya mau belajar lebih banyak. Dengan ilmu yang lebih banyak, saya berharap bisa memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa Indonesia ke depannya, “ tutup Ayu dengan senyuman.

Reporter/Penulis : Ferio Brahmana (Teknik Fisika 2017)

Editor : Narendra Kurnia P.